Selasa, 21 April 2009

Pengajian 4 bulanan

Alhamdulillah tanpa terasa kandunganku sudah menginjak usia 17 minggu lebih.. Senin kemarin di rumah diadakan pengajian 4 bulanan sekaligus tahlilan 100 hari kepergian bapak. Sebetulnya aku gak terlalu pusing dengan perlu tidaknya pengajian 4 bulanan ini, karena buat aku dan Ari setiap hari sehabis shalat selalu mendoakan yang terbaik untuk anak kami dalam kandungan.

Tapi ibuku kebetulan ada rejeki dan dalam tradisi muslim indonesia umumnya diadakan tasyakuran 4 bulanan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan karunia yang telah Allah berikan. Apalagi ini insya Allah akan menjadi cucu pertama di keluarga kami. Sesuai dengan hadits Rasulullah pada usia kandungan 4 bulan, Allah SWT mengutus seorang malaikat untuk meniupkan roh serta memerintahkannya supaya menulis empat perkara, yaitu ditentukan rizki, waktu kematian, amal serta nasibnya, baik mendapat kecelakaan atau kebahagiaan. Jadi dengan diadakannya tasyakuran ini kami sekeluarga berharap yang terbaik untuk si bayi dan selalu dijaga keselamatannya.

Pengajian di mulai ba'da dzuhur sekitar jam 12.30an, dimulai dengan pembacaan surah Yasin untuk almarhum bapak dilanjutkan dengan pembacaan doa arwah, shalawat nabi dan doa untuk kehamilan 4 bulan. Selanjutnya aku disuruh ibu Ustadzah untuk menghampiri undangan satu per satu cium tangan cium pipi kiri kanan mohon bantuan doa kepada ibu2 pengajian untuk kebaikan bayiku. Mbak Sri, saudara dekat kami repot ngintilin dibelakangku untuk nyemprotin minyak wangi ke tangan ibu2. Setelah selesai aku didaulat untuk memberikan sepatah dua kata sebagai ungkapan rasa terimakasih atas kehadiran undangan pengajian ibuku, mohon didoakan semoga aku dan ade bayi selalu sehat2, lancar sampai dengan proses persalinan dan kelak menjadi anak yang sholeh/sholehah dan mohon maaf apabila ada kekurangan tempat, penyajian, tutur kata, dll....

Acara ditutup dengan siraman rohani yang pada intinya ibu Ustadzah menganjurkan kepada ibu hamil untuk rajin2 menunaikan shalat hajat agar disempurnakan bayinya dan dimudahkan segala sesuatunya. Untuk shalat hajat ini dilakukan tidak hanya ketika mempunyai sesuatu urusan yang bersifat duniawi tapi juga baik untuk ibu hamil, mohon penjagaan Allah yang maha sempurna dan bersikap pasrah atas segala sesuatunya.

Sebelum jam 3 sore acara sudah selesai, undangan datang semua sampai bejubel duduk bersaf-saf berpanas-panas dalam rumah tanpa ac hehehe :) Alhamdulillah acara berjalan lancar dan hikmat, semuanya cukup, banyak rejeki kiriman makanan dari tetangga2 yang baik hati, rejekinya ade..

Banyak yang bilang anaknya perempuan, karena mamanya jadi lebih cantik pas hamil, auranya keluar.. tapi sampai sekarang feelingku kok kayaknya ini bakal jadi bebi boi deh hehe :) USG terakhir kemarin belum kelihatan jenis kelaminnya, masih ngumpet, ade mau buat surprise buat mama papa...

Semoga ade selalu baik2 ya dalam kandungan, disempurnakan pertumbuhannya, disehatkan jasmani dan rohaninya, selalu dijaga Allah, selamat lancar sampai proses persalinan, jadi anak yang sholeh/sholehah, anak yang berbakti pada kedua orang tua, amin amin amin ya rabbal alamin...

Sabtu, 18 April 2009

Kemapanan dan Secangkir Kopi Starbuck


18 April 2009
Pada satu malam minggu di starbak citos bersama hubby tersayang, 2 laptop dan green tea lante venti...

Om Slamet… begitu biasa Laras memanggilnya, tetangga kecilku yang lucu nan ndut itu. Sehari-hari dia bekerja sebagai satpam pada sebuah bank internasional ternama di salah satu pusat perbelanjaan kelas atas di kawasan Jakarta Selatan. Sekilas tidak ada perbedaan berarti antara dia dan satpam-satpam lainnya. Tapi ssstttt.. Om Slamet ini punya belasan rumah petakan lohhh.. Dan ini murni hasil kerjakerasnya sebagai satpam.

Dengan mengenyam pendidikan SMA, pekerjaan sebagai satpam saat ini mungkin disandangnya hanya sebagai status sosial, pengisi waktu luang dan pergaulan. Kira-kira mungkin seperti anak pejabat dan konglomerat yang bekerja hanya untuk mencari status sosial karena hartanya sudah lebih dari cukup untuk tujuh turunan.

Om Slamet tetap bekerja penuh semangat sampai detik hari ini dan dengan ketekunannya dari hasil gajinya yang tak seberapa, belasan tahun lalu ia mulai menabung sedikit demi sedikit, pengeluaran tidak boleh lebih dari pemasukan. Gaya hidup pun harus disesuaikan agar tiap bulan dapat menabung lebih banyak. Ketika tabungan sudah mulai mencukupi mulailah ia berinvestasi dengan membeli sebidang tanah dekat rumah kontrakannya. Ada uang lagi ia mulai membangun rumah petakan, tabungan bertambah karena sudah tak perlu membayar kontrakan ia membeli lahan lagi disebelahnya, ada tambahan uang ia mulai membangun rumah petakan lagi, penghasilannya jadi ganda, berarti tabungannya makin banyak, dan ia mulai lagi membeli lahan di sebelahnya begitu seterusnya..

Seumur hidupnya Om Slamet belum pernah membaca Rich Dad Poor Dad atau Cash Flow Quadrant nya Robert T Kiyosaki atau Mengelola Keuangan Keluarga karangan Safir Senduk apalagi Think and Grow Rich dan Success through a Positive Mental Attitude by Napoleon Hill yang biasa dibaca oleh kalangan eksekutif muda untuk mengatur problem keuangan pribadi dan menuju kebebasan finansial. Tapi intisari buku2 tsb sudah dipraktekkan langsung bermodalkan sabar dan tekun.

Hari ini dia masih berdiri tersenyum menyapa nasabah yang keluar masuk di bank tempat dia bekerja sambil sesekali menghirup aroma kopi starbuck dari gerai depan. Secangkir kopi yang tak sampai hati untuk dibelinya. …karena dengan nilai nominal yang sama dia bisa membayar upah kuli bangunan sehari. …karena dengan nilai nominal yang sama dia bisa membeli bensin untuk motornya selama dua minggu. ...karena baginya kemapanan bukan dalam ukuran secangkir kopi Starbuck…

Jumat, 02 Januari 2009

Wisata Tahun Baru di Garut.. (Part 1)

Situ Cangkuang dan Kampung Pulo

Horreeee... akhirnya hari ini jadi juga kami jalan-jalan dalam rangka liburan tahun baru. Ke Garut euy... Perjalanan spontan tanpa rencana dengan bekal baju seadanya dan uang seadanya. Belum ada bayangan mau kemana, nginep dimana, makan apa dan acaranya apa hehehe J tapi disinilah serunya.

Kamis, 1 Januari 2009.. Kami berangkat dari rumah jam 9 pagi, gabungan sarapan dan makan siang dilakukan di rest area km 39+. Perjalanan sangat lancar dan santai dengan kecepatan rata-rata 80-100km/jam. Keluar pintu tol Cileunyi sekitar jam 12 siang, kebingungan sebentar mencari arah ke Garut. Rencananya kami akan mampir ke Candi Cangkuang dulu di Kecamatan Leles Garut sebelum ke Cipanas.

Papan petunjuk jalan cukup memadai sehingga tanpa kesulitan kami telah sampai di Situ Cangkuang. Kondisi jalan baik beraspal mulus dengan pemandangan sawah dan gunung di sekeliling kita, udara yang sejuk dan bersih membuat kami menikmati perjalanan ini.
Yang membuat candi ini unik dan eksotis adalah karena letaknya di sebuah pulau kecil seluas 16,5 ha di tengah danau. Sehingga kami harus menggunakan rakit untuk mencapai pulau tersebut. Tiket masuk ke areal wisata tersebut Rp 2000,-/orang belum termasuk sewa rakit sekitar Rp 6000,- per orang pp.

Puas berfoto di areal candi Cangkuang, kamipun berjalan ke Kampung Adat Pulo yang terletak tak jauh dari candi. 6 rumah adat berjejer apik dan bersih, 3 di kiri dan 3 di kanan ditambah 1 masjid diujung jalan.

Secara keseluruhan kawasan wisata ini tertata baik dan bersih, terdapat beberapa kios penjaja makanan dan cinderamata di sepanjang jalan menuju kawasan candi cangkuang. Kami sendiri akhirnya memutuskan (lagi2 gabungan :D ) makan sore dan makan malam di Sari Cobek yang terdapat di areal parkir kawasan wisata. Harganya cukup murah dan menu makanan bervariasi ala Sunda. Menu yang kami pilih nasi timbel komplit plus teh manis hangat dan wedang jahe.


Selesai makan dan istirahat sebentar, kami bersiap-siap ke Cipanas untuk mencari penginapan...